Mengingat kematian
Hari ini saya mendapat berita duka, tetangga saya ada yang meninggal dunia “Innalillahi wainna Ilaihi raziuun”, tanpa diduga dan disangka yang semalam keadaan sehat walafiat dan ga menderita sakit sebelumnya ketika subuh diberitakan kalo beliau sudah meninggal dunia. Semoga diterima amal ibadahnya, Semoga diberikan ketabahan keluarga yang di tinggalkannya.
Kematian adalah proses alamiah yang pasti mendatangi setiap orang, baik itu orang yang tua, muda, sehat, sakit, kaya ataupun miskin, kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja tanpa kita mengetahui dengan pasti kedatangannya.
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)”
Saya jadi teringat dengan diri saya sendiri, apakah saya sudah siap menghadapi kematian yang tanpa diduga datangnya? saya merasa masih banyak dosa dan masih sedikit amal soleh, saya masih merasa banyak melalaikan perintah agama dan saya masih ingin memperbanyak amal dan ibadah. Kematian mengingatkan kalo sungguh Allah maha besar, tiada tuhan selain Allah, saya hanya satu makhluk kecil di dunia ini dari betapa banyaknya makhluk ciptaannya.
Menurut imam Al-Ghazali manusia terdiri dari dua golongan:
- Golongan yang memandang perkara dunia dan berangan-angan memiliki umur panjang.
- Golongan orang-orang berakal yang menjadikan kematian sebagai cermin untuk melihat kemana tempat mereka kembali, bagaimana keluar dari dunia dengan keimanan yang tetap selamat. Mereka juga memikirkan apa yang mereka bawa dari dunia untuk bekal alam kubur mereka. Mereka juga memikirkan apa yang akan mereka tinggalkan untuk musuh-musuh mereka bencana dan siksaan.
Saya ingin menjadi golongan yang kedua, saya merasa bersyukur masih diberi umur dan kehidupan sampai saat ini, dan diingatkan tentang kematian oleh Allah Swt.
Rasulullah SAW bersabda, “Perbanyaklah mengingat mati karena hal itu akan menghapus dosa dan menghilangkan perasaan cinta dunia dalam hatimu.”
Rasulullah SAW pernah ditanya, “Siapakah manusia yang paling berakal dan paling bijaksana?”
Rasulullah SAW menjawab, “Orang yang paling berakal adalah orang yang paling banyak mengingat kematian. Sementara orang yang paling bijaksana adalah orang yang paling baik persiapannya. Dia akan mendapat kemuliaan di dunia dan akhirat.”
Semoga kita semua bisa menjadi orang yang berakal dan bijaksanan seperti yang dikatakan rasulullah.
Posted in Life



